Rabu, 23 April 2014

Pengertian Tauhid uluhiah



Para ulama memberi pengertian tauhid uluhiah dengan pengertian yang hampir berdekatan. Hanya sebagiannya ada yang lebih panjang dari yang lain. Di antara pengertian itu, sebagai berikut:
1.         Mengesakan Allah Shubhanahu wa ta’alla dalam perbuatan-perbuatan hamba.
2.         Mengesakan Allah Shubhanahu wa ta’alla dalam beribadah.
3.         Mengesakan Allah -ta’ala- dalam segala macam ibadah: lahir, batin, ucapan dan amalan, serta meniadakan segala peribadatan kepada selain Allah -ta’ala-, apapun wujudnya.
4.         Syaikh Abdurrahman As-Sa'di -rahimahullah- memberi pengertian lengkap, menyebutkan batasan pengertian ini, tafsir dan rukunnya dengan mengatakan: "Adapun batasan, tafsir dan rukunnya, yaitu mengetahui dan mengakui dengan keilmuan dan yakin bahwa Allah Shubhanahu wa ta’allaadalah Tuhan Esa yang diibadahi secara hakiki dan bahwa sifat uluhiah (ketuhanan) dan maknanya tidak terdapat pada seorang pun dari makhluk dan tidak pantas disandang kecuali oleh Allah -ta’ala-. Jika mengetahui dan mengakui hal itu dengan sebenarnya, akan mengesakan -Nya dalam segala ibadahnya, yang lahir dan batin serta menegakkan syariat Islam lahiriah, seperti: shalat, zakat, puasa, haji, jihad, amar makruf nahi munkar, berbakti padaorang tua, menyambung tali kekeluargaan serta menunaikan hak-hak Allah Shubhanahu wa ta’alla dan makhluk.Juga menegakkan pokok-pokok iman: beriman kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhirat serta menyandarkan takdir baik dan buruk hanya pada AllahShubhanahu wa ta’alla.Tidak memaksudkan dari semua ibadahnya selain rida Tuhan dan mengharap pahala, sambil meneladani Rasulullah -Salallahu ‘alaihi wasallam-.Aqidahnya sesuai dengan yang ditunjukkan oleh al-Quran dan Hadis. Amal perbuatannya sebagaimana syariat Allah dan Rasul-Nya. Akhlak dan adabnya meneladani Nabi Muhammad -Salallahu ‘alaihi wasallam- dalam arahan, petunjuk dan segala keadaannya." [1]
Syaikh Hafidz al-Hukami -rahimahullah- berkata mengenai hal ini di dalam kitab Manzumah Sulamul Wusul Ila 'Ilmil Usul Fit Tauhid :
Ini dan yang kedua dari macam tauhid
Mengesakan Tuhan Arsy dari sekutu
Engkau mengibadahi Tuhan yang esa
Mengakui akan hak -Nya dan tidak mengingkari
Tauhid uluhiah dinamai dengan berbagai nama, di antaranya:
1.         Tauhid uluhiah, sebagaimana yang telah disampaikan. Dinamai demikian dari perspektif penyandarannya kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla atau perspektif pelaku tauhid. Karena ia dibangun di atas ikhlas dalam menuhankan dan kecintaan yang sangat kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla semata. Dan itu berkonsekuensi ikhlas dalam beribadah.
2.         Tauhid Ibadah. Dari perspektif penyandarannya kepada pelaku tauhid yaitu hamba dan yang dikandungnya dari mengiklaskan ibadah kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla semata.
3.         Tauhid Irodah (tauhid kehendak), karena ikhlas yang dikandungnya. Dinamakan juga dengan Tauhid Iradah wal Murad (tauhid kehendak dan tujuan) yang didasari atas menginginkan ridlo Allah Shubhanahu wa ta’alla dalam seluruh amal.
4.         Tauhidul Qosd (tauhid maksud). Karena didasari dengan mengikhlaskan maksud yang berkonsekuensi ikhlas untuk Allah semata.
5.         At-Tauhid at-Talabi (tauhid permintaan), karena kandungan permintaan dan doa hamba kepada -Nya.
6.         At-Tauhid al-Fi'li (tauhid perbuatan) karena kandungan perbuatan hati dan anggota tubuh.
7.         Tauhid Amal, karena dibangun di atas mengikhlaskan amal kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla semata.


[1]Lihat: Al-Haqqul Wâdhihul Mubîn oleh Ibnu Sa'di hal.112-113. Dan Al-Fatâwâ as-Sa'diah oleh Ibnu Sa'di hal.10-11. As-Syaikh Abdurrahman Ibn Sa'di wa Juhuduhu Fil Aqîdah oleh Abdurrazzaq al-Abbâd hal.151-152.
[2]Lihat kitab Taisir Azizul Hamid Fi Syarh Kitabut Tauhid oleh Syaikh Sulaiman Ibn Abdullah  hal.38
Posting Komentar