Senin, 25 November 2013

KENAPA HARUS BERDZIKIR?

KENAPA HARUS BERDZIKIR?

Berikut beberapa manfaat bisa kita dapatkan dari berdzikir :

1.Membuat hati menjadi tenang.
Allah berfirman,






”Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Ar Ra’d : 28)

Banyak orang yang ketika mendapat kesulitan maka mereka mencari cara–cara yang salah untuk dapat mencapai ketenangan hidup. Diantaranya dengan mendengarkan musik yang diharamkan Allah, meminum khamr atau bir atau obat terlarang lainnya. Mereka berharap agar bisa mendapatkan ketenangan. Yang mereka dapatkan bukanlah ketenangan yang hakiki, tetapi ketenangan yang semu. Karena cara–cara yang mereka tempuh dilarang oleh Allah dan Rasul–Nya.

Ingatlah firman Allah Jalla wa ’Ala di atas, sehingga bila kita mendapat musibah atau kesulitan yang membuat hati menjadi gundah, maka ingatlah Allah, insya Allah hati menjadi tenang.


2.Mendapatkan pengampunan dan pahala yang besar.

 Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu'min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir (menyebut nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

3.Dengan mengingat Allah, maka Allah akan ingat kepada kita.
Allah berfirman,





“Karena itu, ingatlah kamu kepada Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat dan pengampunan)”. (Al Baqarah : 152) 

4.Dzikir itu diperintahkan oleh Allah agar kita berdzikir sebanyak–banyaknya.
Firman Allah ‘Azza wa Jalla






“Hai orang–orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak–banyaknya. Dan bertasbihlah kepada – Nya di waktu pagi dan petang.” (Al Ahzab : 41 – 42)

5.Banyak menyebut nama Allah akan menjadikan kita beruntung.




“Dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (Al Anfal : 45)

Pada Al Qur’an dan terjemahan cetakan Al Haramain terdapat footnote bahwa menyebut nama Allah sebanyak – banyaknya, maksudnya adalah memperbanyak dzikir dan doa.


6.Dzikir kepada Allah merupakan pembeda antara orang mukmin dan munafik, karena sifat orang munafik adalah tidak mau berdzikir kepada Allah kecuali hanya sedikit saja.
(Khalid Al Husainan, Aktsaru min Alfi Sunnatin fil Yaum wal Lailah, Daar Balansiyah lin Nasyr wat Tauzi’, Riyadh, Terj. Zaki Rahmawan, Lebih dari 1000 Amalan Sunnah Dalam Sehari Semalam, Pustaka Imam Asy Syafi’i, Bogor, Cetakan I, Juni 2004 M, hal. 158).
Allah berfirman,

“Sesungguhnya orang – orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (An Nisaa’ : 142)

7.Dzikir merupakan amal ibadah yang paling mudah dilakukan.

Banyak amal ibadah yang sebetulnya mudah untuk kita lakukan. Semisal :
- Membaca basmillah ketika akan makan / minum
- Membaca doa keluar / masuk kamar mandi
- Membaca dzikir – dzikir sewaktu pagi dan petang
- Membaca doa keluar / masuk rumah
- Membaca doa ketika turun hujan
- Membaca dzikir setelah hujan turun
- Membaca doa ketika berjalan menuju masjid
- Membaca dzikir ketika masuk / keluar masjid
- Membaca hamdalah ketika bersin
- Membaca dzikir – dzikir ketika akan tidur
- Membaca doa ketika bangun tidur

Dan lain–lain banyak sekali amalan yang mudah kita lakukan. Bila kita tinggalkan, maka rugilah kita berapa banyak ganjaran yang harusnya kita dapat, tetapi tidak kita peroleh padahal itu mudah untuk diraih. Coba saja hitung berapa banyak kita keluar masuk kamar mandi dalam sehari?

DZIKIR HARUS SESUAI DENGAN ATURAN ISLAM

Dzikir adalah perkara ibadah, maka dari itu dzikir harus mengikuti aturan Islam. Ada dzikir – dzikir yang sifatnya mutlak, jadi boleh dibaca kapan saja, dimana saja, dan dalam jumlah berapa saja karena memang tidak perlu dihitung.

Tetapi ada juga dzikir – dzikir yang terkait dengan tempat, misal bacaan – bacaan dzikir ketika mengelilingi (thawaf) di Ka’bah. Ada juga dzikir yang terkait dengan waktu, misal bacaan dzikir turun hujan. Juga ada dzikir yang terkait dengan bilangan, misal membaca tasbih, tahmid, dan takbir dengan jumlah tertentu (33 kali) setelah shalat wajib. Tentu tidak boleh ditambah – tambah kecuali ada dalil yang menerangkannya.

Kalau seseorang membuat sendiri aturan – aturan dzikir yang tidak diterangkan oleh Islam, maka berarti dia telah membuat jalan yang baru yang tertolak. Karena sesungguhnya jalan – jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah itu telah diterangkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Patutkah kita menempuh jalan baru selain jalan yang telah diterangkan oleh Rasul Allah Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Tentu tidak, karena Agama Islam ini telah sempurna. Kita harus mencukupkan dengan jalan yang telah diterangkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.




Referensi :
1.Al Qur’an
2.Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Dzikir Pagi dan Petang dan Sesudah Shalat Fardhu, Pustaka Imam Asy Syafi’i, Cetakan I, Desember 2004
3.Khalid Al Husainan, Aktsaru min Alfi Sunnatin fil Yaum wal Lailah, Daar Balansiyah lin Nasyr wat Tauzi’, Riyadh, Terj. Zaki Rahmawan, Lebih dari 1000 Amalan Sunnah Dalam Sehari Semalam, Pustaka Imam Asy Syafi’i, Bogor, Cetakan I, Juni 2004 M

Senin, 18 November 2013

Hak-Hak Ukhuwwah

Hak-Hak Ukhuwwah
Segala puji hanya untuk Allah Ta'ala, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu’alaihiwasallam beserta keluarga dan seluruh sahabatnya. Segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla, yang telah menjadikan kaum Muslimin bersaudara dan saling menyayangi, yang memerintahkan mereka agar saling tolong-menolong dalam kemaslahatan dunia dan agama. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq diibadahi kecuali Allah Azza wa Jalla, tiada sekutu bagi-Nya’ Dan aku bersaksi bahwa Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga keselamatan tercurahkan kepadanya, keluarganya, para shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hinggaharikiamat.
Wahai manusia, bertaqwalah kepada Allah AzzawaJalla, ketahuilah bahwa Allah Azza wa Jalla mewajibkan ukhuwah dan tolong menolong kepada sesama muslim dalam kemaslahatan dunia dan agama. Allah Azza wa Jalla berfirman:

قال الله تعالى: ﴿ إِنَّمَاٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٞ فَأَصۡلِحُواْبَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡۚ وَٱتَّقُواْٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ﴾ [الحجرات: ١٠] 
Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah Azza wa Jalla , supaya kamu mendapat rahmat. [al-Hujurat/ 49:10].

Nabi
Muhammad Shalallahu ‘alaihiwasallam bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «مَثَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِيْ تَوَدِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلَ الْجَسَدِالْوَاحِدِ ,إِذَااشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِوَالْحُمَّى » [رواه مسلم]
Perumpamaan kaum mukminin satu dengan yang lainnya dalam hal saling mencintai, saling menyayangi dan saling berlemah lembut di antara mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota badan sakit, maka semua anggota badannya juga merasa demam dan tidak bisa tidur.[HR Muslim no. 4658]

Apabila ini yang menjadi kewajiban kaum Muslimin, maka ukhuwah ini mewajibkan mereka saling memenuhi hak satu dengan lainnya. Di antara hak tersebut adalah :


1.         Mencintai Karena Allah Azza wa Jalla .
Yaitu tanpa membedakan nasab di antara mereka, juga tanpa egoisme yang membawa mereka kepada sifat tidak baik, akan tetapi karena Allah Azza wa Jalla semata-mata. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihiwasallam bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « لاَيُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِى »[رواه البخاري]
Tidak (sempurna) iman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.[HR Bukhari no. 12]
Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihiwasallam juga bersabda yang artinya: “Ada tiga hal, barangsiapa yang berada padanya ia akan merasakan manisnya iman, pertama: hendaklah Allah AzzawaJalla dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari pada selainnya; kedua: dia mencintai seseorang semata-mata karena Allah Azza wa Jalla; ketiga: dia enggan untuk kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah Azza wa Jalla sebagimana dia juga enggan untuk dilemparkan kedalam api neraka.”[HR Bukhari no. 15]

2.         Mendamaikan Mereka.
Apabila ada perselisihan dan perpecahan di antara mereka, maka kewajiban seorang muslim adalah mendamaikannya. Allah Azza wa Jalla berfirman :
قال الله تعالى: ﴿ يَسۡ‍َٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡأَنفَالِۖ قُلِ ٱلۡأَنفَالُ لِلَّهِ وَٱلرَّسُولِۖ فَٱتَّقُواْٱللَّهَ وَأَصۡلِحُواْذَاتَبَيۡنِكُمۡۖ وَأَطِيعُواْٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ إِن كُنتُمم  ُّؤۡمِنِينَ﴾ [الأنفال: ١] 
Oleh sebab itu, bertakwalah kepada Allah Azza wa Jalla dan perbaikilah hubungan antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman."[Al-Anfal/8:1]

Islah
maknanya adalah meluruskan masalah yang diperselisihkan dan mengembalikannya kepada kaum Muslimin serta memperbaiki kedua pihak yang berselisih.
Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihiwasallam menganggap perbuatan mendamaikankaum Muslimin sebagai sedekah, maka kewajiban mereka yaitu jika ada perselisihan atau perpecahan di antara mereka, hendaknya mereka damaikan dan luruskan perselisihan tersebut dengan adil, sehingga ukhuwah kembali terjalin di antara mereka.
3.         Jujur Dalam Bermuamalah.
Hendaknya mereka bermuamalah dengan jujur, tidak berdusta, tidak berkhianat dan tidak menipu dalam jual beli. Hendaknya muamalah jual beli tersebut dilakukan atas dasar niat yang baik, tanpa menutupi aib yang ada pada barang yang dijual dan tanpa berbohong dalam harganya. Kejujuran adalah keselamatan. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihiwasallam bersabda: “ Apabila dua orang muslim bermuamalah jual beli, maka ada khiyar (hak memilih) bagi keduanya. Jika keduanya jujur dan berterus terang, maka keduanya akan mendapat barakah dari jual belinya, dan jika keduanya berdusta dan menyembunyikan, maka barakah akan dihilangkan dari jual belinya.”
4.         Mendoakan Kebaikan Kepadanya, Mendoakannya Dengan Maghfirah, Agar Diberi Kemaslahatan Dunia dan Agama.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
قال الله تعالى: ﴿ فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّاٱللَّهُ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَوَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ وَمَثۡوَىٰكُمۡ ﴾ [محمد: ١٩] 
Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.[Muhammad/ 47:19]

Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihiwasallam
bersabda yang artinya: “ Hak muslim satu dengan lainnya ada 6, yaitu apabila engkau bertemu dengannya, berilah salam kepadanya; apabila dia mengundangmu, penuhilah udangannya; apabila dia meminta nasehat kepadamu, maka nasehatilah; apabila dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah, maka doakanlah; apabila dia sakit, maka jenguklah; dan apabila dia meninggal, maka iringilah jenazahnya.”

Pertama: Apabila seorang muslim bertemu dengan saudaranya, hendaknya dia mendahuluinya dengan salam. Memulai salam hukumnya sunah, sedangkan menjawab salam hukumnya wajib, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :
قال الله تعالى: ﴿ وَإِذَاحُيِّيتُم بِتَحِيَّةٖ فَحَيُّواْ بِأَحۡسَنَ مِنۡهَآ أَوۡ رُدُّوهَآۗ إِنَّٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍحَسِيبًا﴾ [النساء:٨٦] 
Penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa) [an-Nisa`/ 4:86]

Hendaknya kaum Muslimin menyebarkan salam di antara mereka. Abdullah bin Salam mendengar Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihiwasallam bersabda yang artinya: “ Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan (orang miskin-red), sambunglah silaturahmi dan shalatlah pada malam hari ketika manusia dalam sedang tidur, engkau akan masuk surga dengan keselamatan.” [HR Ibnu Majah no. 1324]
Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihiwasallam menggabungkan perintah mengucap salam dan memberi makan (fakir miskin) karena hal itu akan menumbuhkan rasa kecintaan antar kaum Muslimin dan menghilangkan kegelisahan.
Kedua: Sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihiwasallam: “ Apabila dia mengundangmu , maka penuhilah.” Maksudnya, apabila dia mengundangmu untuk walimah atau hadir dalam suatu resepsi, hendaknya engkau datang, kecuali apabila ada udzur syar`i yang menyebabkan berhalangan hadir atau memberatkanmu. Akan tetapi jika pada walimah atau resepsi tersebut ada kemungkaran dan engkau mampu mengubah kemungkaran tersebut, maka engkau wajib datang dan mengubahnya. Akan tetapi jika tidak mampu mengubahnya, janganlah engkau menghadirinya. Kehadiranmu yang tidak bisa mengubah kemungkaran itu, merupakan tanda engkau setuju dengan hal tersebut.
Ketiga: Sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihiwasallam: “ Apabila dia minta nasehat, maka nasehatilah.” Maksudnya, apabila dia meminta nasehat kepadamu dalam suatu perkara dan meminta pendapat kamu yang baik, maka hendaknya kamu bersungguh-sungguh menasehatinya, baik dalam hal yang dia sukai maupun tidak.
 Keempat : Sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihiwasallam: “ Apabila dia bersin dan memuji Allah Azza wa Jalla, doakanlah dia.” Bersin merupakan nikmat dari Allah Azza wa Jalla karena mengosongkan udara buruk yang ada di tubuh. Apabila dia bersin, ini merupakan nikmat Allah Azza wa Jalla yang perlu disyukuri. Sehingga apabila dia memuji Allah Azza wa Jalla , wajib bagi orang yang berada di sisinya untuk mendoakanya dengan mengucapkan: “ Yarhamukallah”. Kemudian orang yang bersin mengucapkan: “ Yahdikumullahwayushlihbalakum.” Ini merupakan perilaku Muslimin yang baik, maka hukumnya wajib untuk menjawab orang yang bersin apabila dia memuji Allah Azza wa Jalla.
Kelima : Sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihiwasallam: “ Apabila dia sakit, maka jenguklah.” Menjenguk orang sakit mengandung kebaikan yang banyak, di antaranya bisa mengurangi beban orang yang sakit dan keluarganya. Mengunjunginya, duduk di sampingnya dan mendoakannya, maka akan membuat dia bahagia dan menguatkan raja`nya kepada Allah Azza wa Jalla. Di antara adab menjenguk orang sakit, pertama: hendaknya secara berkala; jangan setiap hari karena hal itu akan memberatkannya, kecuali dia suka yang demikian. Kedua: mendoakan kesembuhan baginya, memberi motivasi kepadanya agar segera sembuh, melapangkan bebannya, dan menghiburnya. Ketiga: hendaknya jangan berlama-lama duduk di sampingnya agar tidak membebaninya, kecuali dia menginginkannya.

Keenam : Sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihiwasallam: “ Apabila dia meninggal dunia, maka iringilah jenazahnya.” Hal itu karena ada doa, permohonan ampun kepadanya, menyenangkan wali dan kerabatnya dan ada unsur memuliakan kedudukan orang yang meninggal. Barang siapa yang menghadiri jenazah, menyalatkan dan mendoakannya, maka dia akan memperoleh pahala satu qirath. Barang siapa menyalatkan dan mengiringinya sampai pemakaman, dia akan memperolah dua qirath. Ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, apa itu dua qirath?” Beliau menjawab “Seperti dua gunung yang besar.”Wahai hamba Allah Azza wa Jalla, bertaqwalah kepada Allah Azza wa Jalla dan jagalah hak-hak saudara kalian. Allah Azza wa Jalla berfirman
:
قال الله تعالى: ﴿ وَتَعَاوَنُواْعَلَى ٱلۡبِرِّوَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَاتَعَاوَنُواْعَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ وَٱتَّقُواْٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ﴾ [المائدة: ٢
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah Azza wa Jalla, Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla amat berat siksa-Nya. [al-Maidah/ 5:2]

Wahai hamba Allah Azza wa Jalla, bertaqwalah kepada
-Nya, ketahuilah bahwa di antarahak-hak kaum Muslimin satu dengan lainnya adalah amar ma`ruf dan nahi munkar. Maka, apabila engkau melihat saudaramu berada dalam kemaksiatan dan menyelisihi syariat atau lainnya engkau tidak boleh mendiamkannya. Akan tetapi engkau harus menasehatinya secara sembunyi-sembunyi antara engkau dan dia. Dan hendaknya engkau menunjukkannya padakebaikan dan memperingatkannnya dari keburukan. Hendaknya engkau perbaiki dengan cara yang baik, hingga dia bisa mengetahui bahwa kamu adalah saudaranya dan engkau sangat memperhatikannya.
Wahai hamba Allah Azza wa Jalla, bertaqwalah kepada Allah Azza wa Jalla dan bersemangatlah dalam menunaikan hak-hak
nya sebagaimana engkau juga meminta agar hak engkau dipenuhi oleh saudaramu.


Berpegang Pada Syari'at Kunci Kemenangan

Berpegang  Pada Syari'at Kunci Kemenangan
Segala puji hanya untuk Allah Ta'ala, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu’alaihiwasallam beserta keluarga dan seluruh sahabatnya. Segala puji hanya milik Allah Ta’alla. Dia-lah yang telah menciptakan kehidupan dan kematian untuk menguji keimanan seseorang. Dialah ar Rahman dan ar Rahim, yang menguasai hari pembalasan. Dialah yang akan memberikan kemuliaan kepada kaum Mukminin, dan akan menghinakan orang-orang yang  lalai. Dia-lah yang akan memberikan pertolongan bagi hamba-hamba     -Nya yang selalu teguh dan istiqamah di atas agamanya. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihiwasallam. Berkat dakwah dan bimbingan beliau, Allah Azza wa Jalla telah mengeluarkan manusia dari kegelapan syirik menuju cahaya tauhid, dari kebodohan menuju cahaya ilmu.
Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan kita sebagai pengikut yang setia kepada beliau, selalu menegakkan sunnah-sunnahnya, sebagai wujud cinta kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwasallam, sebagaimana Allah Azza wa Jalla telah berfirman:
قال الله تعالى: ﴿قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ   ﴾ [ آل عمران: 31] 
Katakanlah : "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Ali Imran/3 : 31]

Allah Shubhanahuwata’alla telah berjanji akan memberikan kemuliaan dan pertolongan kepada kaum Mukminin. Lihatlah! Bagaimana-Dia memberikan pertolongan kepada kaum Mukminin dari kalangan para sahabat, sehingga mereka selalu berpindah dari kemenangan yang  satu menuju kemenangan yang lainnya. Sungguh, pertolongan ini akan terus diberikan Allah Shubhanahuwata’alla kepada kaum Mukminin. Tentunya jika kaum Mukminin mau menolong agama Allah.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
Dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. [ar Ruum/30 : 47].

قال الله تعالى: ﴿ إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَيَوۡمَ يَقُومُ ٱلۡأَشۡهَٰدُ ﴾ [ المؤمن : 51] 
Sesunguhnya Kami menolong Rasul-Rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi. [al Mu'min/40 : 51]

Marilah kita melihat sejarah Islam, satu peristiwa besar yang terjadi pada bulan Ramadhan yang penuh barakah. Yakni, Allah Shubhanahuwata’alla telah memenangkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat. Allah Azza wa Jalla meninggikan kalimat -Nya, dan merendahkankaum musyrikin. Satu kejadian yang sangat membahagiakan kaum Mukminin, dan menjadi kabar menyedihkan bagi kaum kafirin. Kejadian itu disebut sebagai al Furqan, karena Allah Azza wa Jalla telah memisahkan antara yang hak dan yang bathil. Peristiwa yang terjadi pada bulan Ramadhan tahun kedua hijriyah tersebut adalah Perang Badar Kubra.
Para ulama sirah menyebutkan, telah sampai kabar kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwasallam tentang kepulangan kafilah dagang Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan. Mereka datang dari Syam dan menuju Mekkah. Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwasallam memanggil para sahabatnya, untuk bersiap-siap merampas harta yang dibawa kafilah dagang tersebut. Setelah semua dipersiapkan, berangkatlah Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwasallam membawa pasukanberjumlah 300 sekian belas orang. Terdiri 70 orang dari kalangan Muhajirin, dan sisanya dari kalangan Anshar, dengan dua ekor kuda dan 70 ekor unta. Akan tetapi Allah Shubhanahuwata’alla berkehendak lain. –Dia berkehendak mempertemukan antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir, yang sebelumnya tanpa ada kesepakatan waktu dan juga tempatnya. Akan tetapi, kabartentang keberangkatan Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwasallam dari Madinah telah sampai kepada Abu Sufyan, sehingga dia langsung mengirim utusan kepada para pemimpin Quraisy, agar segera mengirim pasukan untuk menghadapi bahaya yang akan menghadang mereka. Sampailah kabar tersebut kepada orang-orang  Quraisy. Mereka pun segera berangkat, dengan pasukan berjumlah sekitar 1000 orang, dengan membawa 100 ekor kuda dan 700 ekor unta, maka keluarlah pemimpin-pemimpin mereka dengan penuh kesombongan, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Azza wa Jalla :

قال الله تعالى: ﴿ وَلَاتَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ خَرَجُواْ مِن دِيَٰرِهِم بَطَرا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعۡمَلُونَ  مُحِيط  ﴾ [الأنفال : ٤٧] 
Dan janganlah kalian seperti orang yang keluar dari rumah-rumah mereka dengan sombong dan maksud riya' kepada manusia serta menghalangi orang dari jalan Allah, dan ilmu Allah meliputi apa yang mereka kerjakan. [al Anfal/8 : 47].

Setelah Abu Sufyan merasa aman dan selamat dari bahaya tersebut, ia memerintahkan pasukan Quraisy untuk kembali ke Mekkah. Akan tetapi mereka enggan, bahkan dengan penuh kesombongan Abu Jahal berkata : "Demi Allah. Kita tidak akan kembali ke Mekkah, sehingga kita sampai di Badar dan menginap disana. Selama tiga malam kita sembelih unta, kemudian makan-makan, dan menuangkan khamr, sehingga orang-orang Arab mendengar apa yang kita lakukan, sehingga mereka akan tetap merasa takut dan gentar kepada kita". Kemudian bagaimana dengan Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwasallam? Ketika mengetahui keberangkatan pasukan Quraisy, maka beliau mengumpulkan para sahabatnya dan bermusyawarah, tentang apa yang akan mereka lakukan, terhadap kedatangan orang-orang Quraisy tersebut.
Beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah Shubhanahuwata’alla telah menjanjikan untukku, antara dua kelompok kafilah dagang atau pasukan musuh." Mendengar seruan Nabi, maka berdirilah salah seorang dari kaum Muhajirin, seraya berkata : "Wahai Rasulullah. Berjalanlah sesuai dengan yang telah Allah Shubhanahuwata’alla perintahkan kepadamu. Demi Allah, kami tidak ingin seperti orang-orang Bani Israil yang mengatakan kepada Musa :
قال الله تعالى: ﴿فَٱذۡهَبۡ أَنتَ وَرَبُّكَ فَقَٰتِلَآ إِنَّا هَٰهُنَا قَٰعِدُونَ ﴾ [المائدة: ٢٤] 
(Pergilah engkau bersama Rabb-mu dan berperanglah kalian berdua. Sesunguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.–(al Maidah/5 ayat 24).

 Sesungguhnya kami akan selalu berperang di samping kanan dan kirimu, serta di depan dan belakangmu".
Berdiri pula Sa'ad bin Mu'adz, seorang dari kaum Anshar seraya berkata : "Wahai Rasulullah. Mungkin engkau menganggap kami, orang-orang Anshar akan mengunakan haknya untuk tidak membelamu, kecuali di negerinya sendiri. Maka saya katakan atas nama orang-orang Anshar, bawalah kami sekehendakmu, sambunglah tali orang yang engkau kehendaki, putuskanlah tali orang yang engkau kehendaki, ambillah dari harta kami sekehendakmu, dan berilah untuk kami apa yang engkau kehendaki. Sesungguhnya, apa yang engkau ambil dari kami, lebih kami cintai dari apa yang engkau tinggalkan. Maka perintahkanlah kami sekehendakmu, karena sesungguhnya kami akan mengikuti perintahmu. Wahai Rasulullah, seandainya engkau berjalan sampai ke al Birk yang ada di Ghamdan, tentu kami akan berjalan bersamamu. Seandainya engkau memerintahkan kami untuk mengarungi lautan ini, maka kami akan mengarunginya. Tidaklah kami merasa berat, apabila engkau memerintahkan kami untuk bertemu dengan musuh esok hari. Sesungguhnya kami akan bersabar ketika dalam peperangan, dan jujur ketika bertemu dengan musuh. Semoga Allah Shubhanahuwata’alla memperlihatkan sikap kami ini kepadamu dan menenangkan jiwamu".
Maka berbahagialah Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwasallam ketika mendengar semangat para sahabatnya. Beliau pun berseru : "Berangkatlah dan bergembiralah. Sesungguhnya aku melihat tempat-tempat kematian mereka".
Setelah itu, berangkatlah Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwasallam beserta pasukan kaum Muslimin menuju Badar. Sesampainya disana, Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwasallam mengambil posisi di lembah yang dekat, dan mengarah ke kota Madinah. Sedangkan orang-orang kafir Quraisy berada di lembah yang jauh, dan dekat dengan arah menuju Mekkah. Padamalamharinya, Allah Azza wa Jalla menurunkan hujan yang deras kepada orang-orang kafir, hingga menyebabkan adanya lumpur yang licin. Sebaliknya, hujan ini merupakan gerimis yang mensucikan bagi kaum Muslimin dan melembutkan pasir, sehingga memantapkan langkah-langkah kaum Muslimin. Kemudian kaum Muslimin membangun gubuk untuk Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwasallam. Beliau segera memantapkan barisan kaum Muslimin dan berjalan menuju tempat peperangan, dan beliau berkata : "Ini adalah tempat kematian fulan, ini adalah tempat kematian fulan, Insya Allah". Maka tempat kematian mereka tidak jauh dari yang telah ditunjukkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwasallam. Setelah itu beliau melihat kepada pasukan kaum Muslimin dan pasukan Quraisy, seraya berdoa : "Ya Allah, sesungguhnya Quraisy telah datang dengankesombongan dan kuda-kudanya untuk menantang -Mu dan mendustakan Rasul -Mu. Ya Allah, berikanlah kemenangan yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, penuhilah janji -Mu. Ya Allah, jika Engkau binasakan pasukan ini pada hari ini, maka Engkau tidak akan diibadahi lagi". Kaum muslimin juga meminta pertolongan kepada Allah Shubhanahuwata’alla, dan Allah Shubhanahuwata’alla mengabulkan doa mereka. Allah Shubhanahuwata’alla berfirman,

قال الله تعالى: ﴿إِذۡ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ أَنِّي مَعَكُمۡ فَثَبِّتُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْۚ سَأُلۡقِي فِي قُلُوبِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلرُّعۡبَ فَٱضۡرِبُواْ فَوۡقَ ٱلۡأَعۡنَاقِ وَٱضۡرِبُواْمِنۡهُمۡ كُلَّ بَنَانٖ ١٢ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ شَآقُّواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥۚ وَمَن يُشَاقِقِ ٱ للَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَإِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ١٣ ذَٰلِكُمۡ فَذُوقُوهُ وَأَنَّ لِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابَ ٱلنَّارِ ﴾ [الأنفال: 12-14] 
Ingatlah ketikaRabb-mu mewahyukan kepada para malaikat : "Sesungguhnya Aku bersamamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang beriman". Kelak akan Aku letakkan rasa ketakutan ke dalam hati-hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka, dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul -Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul -Nya, maka sesungguhnya Allah amat kera ssiksaan -Nya. Itulah (hukum dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir itu ada (lagi) adzab neraka. [al Anfal/8 : 12-14].


Akhirnya bertemulah dua pasukan, dan terjadilah pertempuran yang sangat hebat, dengan jumlah yang tidak seimbang. Pada saat itu, RasulullahShalallahu ‘alaihiwasallam berada di gubuk, dijaga oleh Abu Bakr dan Sa'ad bin Mu'adz, dan beliau terus-menerus meminta pertolongan kepada Allah Azza wa Jalla, sembari terus membakar semangat kaum Muslimin dengan sabdanya: Demi yang jiwa Muhammad berada di tangan -Nya! Tidaklah seseorang memerangi mereka pada hari ini, dengan sabar dan mengharapkan pahala dari Allah Azza wa Jalla, dan kemudianterbunuh, terus maju dan tidak mundur, kecuali Allah Azza wa Jalla akan memasukkan dirinya kedalam surga.
Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwasallam mengambil segenggam tanah dan menaburkannya. Tidaklah salah seorang dari pasukan Quraisy terkena taburan tanah itu, kecuali matanya akan terpenuhi dengan tanah itu. Dan ini merupakan salah satu dari tanda-tanda kekuasaan Allah Shubhanahuwata’alla, serta pertolongan yang Allah Shubhanahuwata’alla yang diberikan kepada Rasul    -Nya. Pada akhirnya pasukankafir Quraisy bisa dikalahkan, dan mereka lari meninggalkan medan pertempuran. Kaum Muslimin berhasil membunuh 70 orang kafir Quraisy dan menawan 70 orang lainnya.
Lihatlah, bagaimana Allah Shubhanahuwata’alla memenangkan hamba -Nya yang beriman, walaupun jumlah mereka sedikit jika dibandingkan dengan musuh yang jumlahnya jauh lebih besar. Allah Shubhanahuwata’alla berfirman,

قال الله تعالى: ﴿ كَم مِّن فِئَة قَلِيلَةٍ غَلَبَتۡ فِئَة كَثِيرَةَۢ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ﴾ [ البقرة :٢٤٩] 
Berapa banyak yang terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. [al Baqarah/2 : 249].

Mengapa Allah Shubhanahuwata’alla banyak memberikan pertolongan kepada para sahabat RasulullahShalallahu ‘alaihiwasallam? Jawabnya, karena mereka adalah orang-orang yang  sangat semangat mengamalkan apa yang telah disyari'atkan Allah Azza wa Jalla. Kemudian kita bertanya, mengapa kaum Muslimin pada saat sekarang  ini  justru banyak dihinakan, bahkan ditindas oleh orang-orang kafir? Apakah pertolongan Allah Azza wa Jalla terlambat datang? Apakah Allah Azza wa Jalla mengakhiri janji   -Nya?
Demi Allah, tidak. Allah Shubhanahuwata’alla pasti akan menunaikan janji -Nya. Akan tetapi, perlu kita tanyakan kepada kaum Muslimin, apakah kaum Muslimin sudah melakukan syarat untuk mendapatkan pertolongan-Nya? Atau justru mereka jauh dari syarat tersebut? Atau bahkan meninggalkannya?
Ketahuilah, wahai kaum Muslimin! Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman :
Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. [arRum/30 : 47].

قال الله تعالى: ﴿وَلَيَنصُرَنَّ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥٓۚ ٤٠﴾ [ الحج : 40] 
Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. [al Hajj /22 : 40]

Sesungguhnya Allah Shubhanahuwata’alla pasti akan memberikanpertolongan kepada kaum Muslimin. Tentunya, jika kaum Muslimin mau menegakkan syari'at-Nya, yaitukembali kepada al Qur'an dan as Sunnah menurut pemahaman para sahabatnya. Sebaliknya, jika kaum Muslimin berpaling dari syari'at-Nya, sibuk dengan urusan dunia dan jauh dari ibadah yang bisa mendekatkan diri kepada-Nya, niscaya mereka akan mendapatkan kehinaan. Dan Allah Shubhanahuwata’alla tidak akan mencabut kehinaan tersebut, sehingga kaum Muslimin kembali kepada Islam yang benar, Islam yang dibawa RasulullahShalallahu ‘alaihiwasallam dan dipahami para sahabatnya, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, sampai hari Kiamat
Maka marilah tingkatkan semangat kita untuk melaksanakan perintah Allah. Kita jauhi yang dilarang Allah. Kita juga iltizam dengan Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwasallam. Dengan ini semua, niscayakita akan mendapatkanpertolongan Allah Shubhanahuwata’alla. Wallahu a'lam bish-Shawab.