Rabu, 08 Agustus 2012

Takwin Syakhsiyah Islamiyah


Takwin Syakhsiyah Islamiyah

Sinopsis
Takwin kepribadian islam mengikut kepada bagaimana Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah ialah dengan membentuk iman. Iman yang di bentuk ini mempuyai cirri-ciri yaitu iman yang dinamika, yakin, menyerah, mendekat dan taat; tidak keberatan, dan tidak ada pilihan lain.
Iman yang sedemikian akan memunculkan taqwa. Taqwa bagi muslim merupakan landasan hidup, sebagai ukuran/timbangan, taqwa sebagai bekal kehidupan dan pakaian. Dengan taqwa ini seorang peribadi akan menjadikan seluruh kehidupannya sebagai muslim. Inilah cirri dari kepribadian muslim yang sempurna.
Hasiyah
1.Takwin kepribadian islam
Syarah
·         Membentuk kepribadian ini mesti mengasaskan pada keimanan. Iman sebagai factor utama di alam membina dan menjadikan diri peribadi sbagai muslim yang sejati. Nabi Muhammad SAW mendatangi manusia dengan membawa iman dan menyampaikan keimanan. Kalimat yang di bacakan pertama adalah kalimah syahadatain. Kalimah ini mengajak manusia untuk menjadikan Allah sebagai ilah dan Muhammad sebagai rasul. Keimanan yang akan di wujudkan adalah iman kepada Allah dan RasulNya. Perubahan kepribadian menjadi islam akan berlaku sehingga para sahabat mempunyai berbagai ciri keimanan yang dapat membawa kejayaan islam. Abu zar Al gifari yang baru menerima kalimah iman terus bedakwah di masyarakat umum , para sahabat lainnya yang telah menerima kalimah iman ini juga merubah dirinya menjadi peribadi muslim.
Dalil
·         3:102-104; Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan jangan sekali-sekali kamu kamu mati melainkan dalam keadaan islam. Dan hendaklah ada diantara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam), dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik, serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji). Dan mereka yang bersifat demikian inilah orang yang berjaya.
2.iman
Syarah
·         Pembentukan imaniyah keatas peribadi manusia dan juga pembangunan iman keatas diri muslim merupakan suatu jalan yang di contohkan kepada kita oleh nabi untuk menjadikan peribadi muslim dan diredhai oleh Allah SWT. Pendekatan imaniah biasanya dilakukan dengan memberikan firman-firman Allah dan dalil nabi yang dapat menjadikan hujjah dan media turunnya hidayah dari Allah ke atas hati yang mendengarnya. Dengan iman akan mucul beberapa ciri-ciri sepserti iman yang dinamik, keyakinan yang kuat, menyerah diri kepada Allah, mendengar dan taat dan tidak keberatan melaksanakan apapun arahan.
·         Dinamika iman atau iman yang hidup merupakan hasil dari keimanan yang benar. Dengan keimanan ini akan wujud sifat lemah-lembut terhadap orang-orang yang beriman dan berlaku tegas terhadap orang-orang kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut terhadap celaan orang yang mencela. Keimanan ini akan menambahkan wala kepada Allah dan Rasul selain ciri-ciri ibadah dan sholatnya.
·         Yakin terhadap Allah dan RasulNya juga mebentuk kepercayaan kepada jihad dan tadhiyah yang akan kita sumbangkan ke jalan Allah SWT. Iman kepda Allah dan RasulNya secara benar akan menghasilkan keyakinan yang menjadikan kita serius untuk berjihad, tidak ragu-ragu dan penuh keyakinan dalam beramal dan berkorban bagi kepentingan islam.
·         Menyerahkan diri kepada Allah SWT sebagai hasil iman kepada Allah. Mengerjakan peritahnya, arahan, aturan dan nilai dari Allah SWT merupakan tanda pasrah, tunduk dan menyerahkan diri kepadaNya. Bentuk menyerahkan diri kepada islam ini adalah siap megorbankan diri dan harta bagi kepentingan islam, dan juga bersedia menjalankan semua suruhan dan meninggalkan semua larangannya.
·         Mendengar dan taat juga sikap orang yang beriman. Orang beriman sebagai jundi senantiasa mendapatkan perintah dari Allah dalam bentuk arahan dan kewajiban. Misalnya di dalam berpusa, jihad, sholat dan sebagainya dirahkan kepada orang yang beriman apabila mendapatkan perintah akan menjawab:"Kami dengar dan kami taat, kemudian (kami pohonkan ) keampunanMu wahai Tuhan kami dan kepadaMu jualah kami kembali".
·         Tidak keberatan menjalankan semua perintah merupakan ciri orang yang beriman. Orang yang beriman rela menjalankan semua perintah dan tidak merasa beban apabila menjalankan semua aktiviti islam yang di gariskan di dalam islam.
·         Bagi orang beriman tidak ada pilihan lain kecuali mengembalikan dirinya kepada islam dan juga tidak menjadikan alternatif lain selain islam. Islam sebagai satu-satunya panduan hidup dan Allah sebagai tempat pengabdian sedangkan rasul sebagai tempat menjadikan uswah.
Dalil
·         5:54; wahai orang-orang yang beriman ! Sesiapa di antara kamu berpaling tadah dari agamanya (jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orang kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut pada celaan orang yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia Allah yang di berikanNya, lagi meliputi pengetahuanNya.
·         49:15; sesungguhnya orang-orang yang sebenar-benar beriman hanyalah orang-orang yang percaya kepada Allah dan Rasulnya, kemudian (mereka terus percaya dengan) tidak ragu-ragu lagi, serta mereka berjuang dengan harta benda dan jiwa mereka pada jalan Allah; mereka itulah orang-orang yang benar (pengakuan imannya).
·         2:4; Dan juga kepada orang-orang yang beriman kepada kitab "Al Qur'an" yang diturunkan kepadamu (wahai Muhammad), dan kitab-kitab yang diturunkan dahulu daripadamu , serta mereka mereka yakin akan (adanya) hari akhirat (dengan sepenuhnya).
·         4:65; Maka demi Tuhanmu (wahai Muhammad)! Mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan engkau hakim dalam mana-mana perselisihan yang timbul di antara mereka, kemudian mereka tidakpun merasa di hati mereka sesuatu keberatan dari apa yang telah engkau hukumkan, dan mereka menerima keputusan itu dengan sepenuhnya.
·         2:285; Rasulullah telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya,dan juga orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, dan malaikat-malaikatNya, dan kitab-kitabNya, dan Rasul-rasulNya. (Mereka berkata):"Kami tidak membedakan antara seorang dengan yang lain Rasul-rasulnya". Mereka berkata lagi: Kami dengar dan kami taat (kami pohonkan) keampunanMu wahai Tuhan kami, dan kepadaMu jualah tempat kembali".
·         5:7; Dan kenanglah nikmat Allah (yang telah di kurniakanNya) kepada kamu serta ingatlah perjanjianNya yang telah diikatNya dengan kamu, ketika kamu berkata:"kami dengar dan kami taat (akan perintah-perintah Allah dan RasulNya)" Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan segala (isi hati) yang ada di dalam dada.
·         24:51; Sesungguhnya perkataan yang diucapkan oleh orang-orang yang beriman ketika mereka diajak kepada Kitab Allah dan Sunah RasulNya, supaya menjadi hakim memutuskan sesuatu diantara mereka, hanyalah mereka berkata:"Kami dengar dan kami taat": dan mereka itulah orang-orang yang beroleh kejayaan.
·         4:65; Maka demi Tuhanmu (wahai Muhammad)! Mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan engkau hakim dalam mana-mana perselisihan yang timbul di antara mereka, kemudian mereka tidakpun merasa di hati mereka sesuatu keberatan dari apa yang telah engkau hukumkan, dan mereka menerima keputusan itu dengan sepenuhnya.
·         33:36; Dan tidaklah harus bagi orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan-Apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara -(tidak harus mereka) mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat kepada hukum Allah dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata.
3.Taqwa
Syarah
·         Iman yang benar dan membuahkan hasil berupa ciri-ciri keimanan yang wujud di dalam tingkah laku seperti keyakinan, menyerah diri dan taat. Iman juga akan wujud di dalam ibadah dan amal soleh yang kemudian akan mewujudkan taqwa. Taqwa yang sebenar-benarnya adalah idaman setiap mukmin yang beribadah dan beramal. Dengan taqwa maka akan menjadikan hidup mulia di sisi Allah dan akan mendapatkan kebahagian di dunia dan di akhirat.
·         Taqwa sebagai landasan hidup manusia. Dengan taqwa di dada dan di setiap amal kita maka akan mewujudkan peribadi muslim. Taqwa adalah hasil ibadah dan dengan ibadah menjadikan diri kita bertaqwa. Taqwa atau takut bermakna diri kita senantiasa takut kepada Allah apabila tidak mengerjakan perintah Allah dalam kehidupan. Takut kepada Allah apabila tidak meninggalkan laranganNya. Dengan takut maka setiap langkah kehidupan kita di jaga, dikawal dan dikendalikan oleh islam. Taqwa sebagai landasan dalam kehidupan kita.
·         Ibadah manusia yang di terima adalah ibadahnya orang yang bertaqwa. Ibadah yang di dasarkan dengan taqwa juga tidak mendapatkan balasan yang sempurna dari Allah SWT. Taqwa merupakan ukuran/timbangan amal dan ibadah seseorang. Perkara ini dapat di jelaskan dengan cerita Habil dan Qabil.
·         Sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dibandingkan dengan bekal lainnya seperti makan, minum, pakaian ,tempat tinggal maka bekal tawa lebih diutamakan lagi. Semua bekal selain taqwa dapat habis dan mungkin tidak dapat di dapati. Dengan taqwa setiap mukmin dapat memenuhi keperluannya dengan baik. Orang bertaqwa apabila tidak ada makan dan minum ia tetap bertahan dan selalu menghadapi masalahnya dengan tenang. Menerima taqdir dan kenyataan yang berlaku di dalam kehidupan kita adalah hasil taqwa.
·         Allah juga menjadikan taqwa sebagai pakaian. Pakaian bermakna sesuatu yang dipakai dan digunakan. Maka taqwa juga bermakna pakaian yang dilihat orang lain dan yang menjadikan ciri dan wujud penampilan kita yang sebenarnya. Pakaian taqwa sebagai sesuatu yang nampak dan senantiasa hadir bersama kita, merupakan penampilan pertama yang dilihat orang. Pakaian taqwa bukan pakaian yang bermakna secara fisikal tetapi pakaian maknawi yang diibaratkan sebagai pakaian.
Dalil
·         3:102; Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan jangan sekali-sekali kamu kamu mati melainkan dalam keadaan islam.
·         5:27; Dan bacakanlah (wahai Muhammad) kepada mereka kisah (mengenai) dua orang anak Adam (Habil dan Qabil) yang berlaku dengan sebenarnya, yaitu ketika mereka berdua mempersembahkan satu persembahan korban (untuk mendampingkan diri kepada Allah). Lalu di terima korban salah satu diantaranya (Habil), dan tidak diterima (korban) dari yang lain (Qabil), Berkata (Qabil):"Sesungguhnya aku akan membunuhmu!". (Habil) menjawab:"Hanyasanya Allah menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa;
·         22:37; Daging dan darah binatang korban atau hadiah itu tidak sekali-kali akan sampai kepada Allah , tetapi yang sampai kepadaNya ialah amal yang ikhlash yang berdasarkan taqwa dari kamu. Demikianlah ia memudahkan binatang-binatang itu bagi kamu supaya kamu membesarkan Allah karena mendapat nikmat petunjukNya. Dan sampaikanlah berita gembira (dengan balasan yang sebaik-baiknya) kepada orang-orang yang berusaha supaya baik amalnya.
·         49:13 Wahai umat manusia sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara yang satu dengan yang lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih taqwanya diantara kamu, (bukan yang lebih keturunan atau bangsanya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam pengetahuanNya (akan keadaan dan amalan kamu).
·         2:97; Katakanlah (wahai Muhammad):" Sesiapa memusuhi Jibril maka sebabnya ialah karena Jibril itu menurunkan Al Qur'an ke dalam hatimu dengan izin Allah, yang mengesahkan kebenaran kitab-kitab yang ada di hadapannya (yang diturunkan sebelumnya), serta menjadi petunjuk dan memberi kabar gembira bagi orang-orang yang beriman".
·         7:26; Wahai anak-anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu (bahan-bahan untuk) pakaian menutup aurat kamu dan pakaian perhiasan; dan pakaian yang berupa taqwa itulah yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah dari tanda-tanda (limpah kurnia) Allah (dan rahmatNya kepada hamba-hambaNya) supaya mereka mengenangNya dan bersyukur.
4.Islamisasi kehidupan
Syarah
·         Peribadi muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah akan menjadikan keseluruhan hidup sebagai muslim. Warna keislaman pada diri muslim dengan mengamalkan segala aspek dan bidang kehidupan merupakan perintah Allah agar kita masuk kedalam islam secara keseluruhan dan tidak setengah-setengah.
Dalil
·         2:208; Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam agama islam (dengan mematuhi) segala hukum-hukumnya; dan janganlah kamu menurut jejak langkah syetan; sesungguhnya syetan musuh bagi kamu yang terang nyata.
5. Wujud peribadi islam yang sempurna.
Syarah
·         Objektif dari pembentukan peribadi islam dengan pendekatan iman adalah mendekatkan peribadi islam yang sempurna di segala aspek kehidupan. Peribadi islam yang sempurna bermaksud mengamalkan segala perintah dan meninggalkan segala larangan dengan suasana takut kepada Allah SWT.
Ringkasan
·         Takwin kepribadian islam: iman yaitu dinamika iman (5:54; 49:15); yakin (2:4; 49:15); menyerah (4:65), mendengar dan taat (2:285; 5:7; 24:51); tidak keberatan (4:65); tidak ada pilihan lain (33:36).
·         Taqwa yang sebenar-benarnya(3:102): landasan hidup (5:27); 22:37); sebagai ukuran/timbangan (49:13,hadits); bekal tawa (2:97); sebagai pakaian (7:26)
·         Islamisasi kehidupan (2:208) sehingga wujud peribadi islam yang sempurna.

Posting Komentar