Rabu, 08 Agustus 2012

Sholat Tengah Malam ( Qiyamul Lail )


Sholat  Tengah Malam ( Qiyamul Lail )

Allah SWT telah memerintahkan kepada RasulNya agar menjalankan sholat malam, dan seluruh ummat islam dianjurkan untuk mencontoh  perilaku beliau. Hukum sholat malam adalah sunnah Muakkadah atau sunnah wajibah (sunnah yang hampir wajib) yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasul SAW dan para sahabatnya.

I.                    Keutamaannya.
a.        Orang yang melakukannya akan mendapatkan kedudukan yang terpuji dimata Allah SWT.
“ Dan dari sebagian malam itu gunakanlah untuk bertahajjud sbg sholat sunnat bagimu, semoga Robbmu akan membangkitkanmu pada kedudukan yang terpuji.”
b.        Orang yang menjaga sholat malam berhaq dan layak mendapat kebaikan serta rahmat-Nya.
“ Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam kebun-kebun yang dikelilingi mata air. Mereka menerima pemberian Tuhan sebab dahulu sebelum itu mereka selalu berbuat kebaikan. Bahkan dahulu mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar”
c.        Dipuji oleh Allah dan dimasukkan dalam golongan hamba-hamba yang berbakti.
“ Dan hamba-hamba Allah yang Maha Pengasih ialah mereka yang berjalan di bumi  dengan  merendahkan  diri  dan  apabila  diganggu oleh
pembicaraan orang-orang bodoh, mereka hanya menjawab dengan ucapan yang baik. Mereka itu semalaman beribadat kepada Allah, baik dengan sujud maupun berdiri.”
      d.   Diakui keimanannya oleh Allah SWT.
    “ Sesungguhnya yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami itu ialah ……… Mereka selalu merenggangkan pinggangnya dari tempat tidur (tidak banyak tidur) …
      e.   Diistimewakan oleh Allah dari orang-orang yang tidak melakukannya.
     “ Adakah orang yang berbakti pada Allah diwaktu malam, bersujud serta berdiri dan takut pada siksa akhirat dan mengharap rahmat TuhanNya ituakan sama dengan yang tidak demikian? …”
       f.    Masuk surga dengan selamat sejahtera.
 Haditsnya : …, sholatlah diwaktu malam dikala orang-orang sedang tidur, pasti kamu akan masuk surga dengan selamat sejahtera.  (HR. Turmudzi)
g.       Sebagai penebus kejelekan-kejelekan,  pencegah dosa serta dapat 
      menghalaukan penyakit dari badan.
Haditsnya: “Kerjakanlah sholat malam, sebab itu adalah kebiasaan orang-orang sholeh sebelummu dahulu, juga suatu jalan untuk mendekatkan diri pada Allah, pula sebagai penebus kejelekan-kejelekanmu, pencegah dosa serta dapat menghalaukan penyakit dari badan.
       h.  Memuliakan orang beriman.
Jibril datang pada Rasul SAW, lalu berkata :
“Ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mu’min itu ialah sholat waktu malam dan kebesarannya ialah sedikit butuhnya kepada sesama manusia”
        i.  Dicintai Allah serta disambut dengan tertawa dan gembira.
“ Tiga golongan manusia yang dicintai oleh Allah serta disambut dengan tertawa dan gembira yaitu :
a. …..
b. seorang yang mempunyai istri yang cantik serta tempat tidur yang lunak, lalu ia   bangun untuk sholat malam, ….

II.                  Tata Tertib Sholat Malam.

            Seseorang yang hendak melakukan sholat malam disunnatkan :
1.        Di waktu akan tidur, hendaklah ia berniat untuk bangun sholat malam.
2.        Berusaha menghilangkan kantuk dari wajahnya dikala bangun kemudian bersugi lalu melihat ke langit sambil berdo’a
3.        Sebaiknya shjolat malam dimulai dengan mengerjakan dua raka’at yang ringan dan selanjutnya boleh sholat dengan bacaan Qur’an yang disukai. “ Rasulullah SAW itu apabila bangun malam untuk sholat beliau memulainya dengan dua raka’at yang ringan”
4.        Hendaknya membangunkan keluarga.
5.        Hendaklah menghentikan sholat dulu dan kembali tidur bila terasa mengantuk sampai hilang kantuknya. “ Apabila seseorang darimu bangun malam untuk sholat kemudian terasa berat membaca Al  Qur’an hingga tidak disadarinya apa yang dibacanya itu, maka hendaklah ia tidur lagi “ (HR Muslim )
6.        Hendaknya jangan memberatkan diri.Sabda Rasul SAW : Kerjakanlah semua amal itu sekedar kekuatanmu. Demi Allah. Allah itu tidak akan jemu memberikan pahala sampai engkau sekalian jemu beramal “

III.       Waktunya.
Sholat malam dapat dikerjakan  dipermulaan, dipertengahan, atau dipenghabisan malam, asalkan sesudah menunaikan sholat isya.  Waktu yang paling utama  untuk melakukan sholat malam  ialah  sepertiga malam yang terakhir.
           Dari Abu Hurairah :
Robb kita azza wa jalla tiap malam turun kelangit dunia pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat  itu Allah berfirman :
“ Barang siapa yang berdoa kepadaKu pasti Kukabulkan, barang siapa yang memohon padaKu pasti Kuberi, dan barang siapa yang meminta ampun padaKu pasti Kuampuni.”


IV. Bilangan  Rakaatnya.
         Yang paling utama ialah menetapkan sholat malam secara terus-menerus
Sebanyak sebelas atau tiga belas rakaat.  Aisyah r.a. berkata :
“ Rasulullah s.a.w. tidak pernah menambah sholat malam itu, baik ketika bulan Ramadhan atau lainnya dari sebelas rakaat. Beliau sholat empat rakaat , jangan ditanya baik dan panjangnya, kemudian sholat lagi empat rakaat , jangan ditanya baik dan panjangnya lalu sholat juga tiga rakaat. Saya bertanya : “Ya Rasulullah , apakah Anda tidur sebelum berwitir?” Beliau s.a.w. menjawab:”Ya Aisyah , walau kedua mataku tidur, tetapi hatiku tidaklah tidur.”
                                                            ( H.R. Bukhori dan Muslim )


Kesimpulan :

Melakukan sholat malam harus disertai dengan niat

dan  tekad yang kuat  sehingga terasa ringan dalam
melakukannya.
      
Posting Komentar