Rabu, 08 Agustus 2012

Hizbullah


Hizbullah

Sinopsis
Persediaaan utama menghadapi al batil adalah dengan memiliki hizbullah. Hizbullah di bentuk dan di bina dengan dua azas yaitu akhlak islamiyah dan akhlak harakiah. Akhlaq islamiyah membina persediaan dalaman yang mantap melalui, mahabatillah-cinta Allah, Berkasih saying sesama mu'min, bertegas dengan kafir, berjihad dan menghilangkan takut kepad manusia, membersihkan wala semata-mata untuk Allah dan Rasul. Setelah di bina persediaan asas ini , mu'min di perkkohkan dengan akhlak harakiah sebagai binaan untuyk menguatkan mu'min terjun ke medan pertembungan dien al batil. Antara lain persediaan al thabat.. menghancurkan sifat taraddud (sifat tak pasti), zikrullah sebagai penghapus sifat lalai-ghaflah. Taat Allah dan Rasul - untuk menghancurkan ma'siyyat. Membina sifat tanazu' supaya melahirkan kesatuan. Sifat sabar menghapuskan, Sifat tidak berkaluh kesah untuk melahirkan tawadhu, menghapuskan riya supaya tetap ikhlas, tidak menghalang dari jalan Allah tetapi terus menerus menolong di jalan Allah.
Hasiyah
Akhlak Asasiyah
1. Mencintai Allah
Syarah
·         Al Qur'an berulang kali menyebut isu kecintaan ini sebagai suatu dasar dalam kehidupan manusia. Samada mencintai Allah ataupun mencintai selain Allah. Asas kecintaan adalah dorongan yang kuat dalam diri manusia. Kecintaan kepada Allah bukan bermaksud meninggalkan yang lain. Akan tetapi ia seperti mata air yang menjadikan para mu'min mencintai semua yang Allah kasihi dan menjadikan mu'min sungguh-sungguh dalam beramal. Cinta Allah dan Rasul mesti diletakkan pada perioriti pertama&ldots; bukan kedua.
Dalil
·         5:54; Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa diantara kamu berpaling tadah dari agamanya (jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orang kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut pada celaan orang yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia yang diberikanNya kepada sesiapa yang di kehendakiNya ; karena Allah maha luas limpahan kurniaNya, lagi meliputi pengetahuanNya.
·         2:165; (Walaupun demikian), ada juga dari manusia yang mengambil selain Allah (untuk menjadi) sekutu-sekutu (Allah), mereka mencintainya, (memuja dan mentaatinya) sebagai mana mereka mencintai Allah; sedangkan orang-orang yang beriman itu lebih cinta (taat) kepada Allah. Dan kalaulah orang-orang yang melakukan kezaliman (syirik) itu mengetahui ketika mereka melihat azab pada hari akhirat, bahwa sesungguhnya kekuatan dan kekuasaan itu semuanya tertentu bagi Allah , dan bahwa sesungguhnya Allah maha berat azab dan siksaNya, (niscaya mereka tidak melakukan kezaliman itu)
·         8:2; Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu (yang sempurna imannya) ialah mereka yang apabila di sebut nama Allah (dan sifat-sifatNya) gementarlah hati mereka; dan apabila di bacakan kepad mereka ayat-ayatNya, menjadikan mereka bertambah iman , dan kepada Tuhan mereka jualah mereka berserah.
2. Bersikap lemah-lembut kepada mukminin
Syarah
Ini adalah sikap yang menjadi buah dari cinta Allah dan keimanan kepada Allah. Allah memerintahkan mu'min mencintai ikhwahnya sesama mu'min, buah dari ukhuwah fillah. Asas ukhuwwah menjadikan mu'min merasai kemuliaan dan menghormati saudaranya. Ia juga memahami akan kelemahan manusia dan bersikap lemah-lembut serta pemaaf. Dlam konteks tarbiyah bukan tidak menegur atau menasihat, bahkan ada pendekataan khusus yang diajari oleh Rasulullah SAW. Kalau kita berkasar tentunya orang lari dari kita.
Dalil
·         5:54; Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa diantara kamu berpaling tadah dari agamanya(jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orangg kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut pada celaan yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia yang diberiaknNya kepada sesiapa yang di kehendakiNya ; karena Allah maha luas limpahan kurniaNya, lagi meliputi pengetahuanNya.
·         48:29; Nabi Muhammad (SAW) ialah Rasul Allah; dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir yang (memusuhi islam) , dan sebaiknya bersikap berkasih saying serta belas kasihan sesama sendiri (umat islam). Engkau melihat mereka tetap beribadat rukuk dan sujud, dengan mengharapkan limpah kurnia (pahala) dari Tuhan mereka serta mengharapkan keredaanNya. Tanda yang menunjukkan mereka (sebagai orang-orang yang sholeh) terdapat muka mereka -dari kesan sujud (dan ibadat mereka yang ikhlas). Demikian sifat mereka yang tersebut dalam kitab Taurat; dan sifat mereka di dalam kitab injil pula ialah(bahwa mereka diibaratkan) sebagai pokok tanaman yang mengeluarkan anak dan tunasnya, lalu anak dan tunasnya itu menyuburkannya, sehingga ia menjadi kuat,lalu ia tegap berdiri diatas (pangkal) batangnya dengan keadaan yang mengagumkan orang-orang yang menanamnya. (Allah menjadikan Nabi Muhammad, SAWdan pengikut-pengikutnya kembang biak serta kuat gagah sedemikian itu) karena Ia hendak menjadikan orang-orang kafir mereana dengan perasaan marah dan hasad dengki- dengan kembang biaknya umat islam itu. (Dan selain itu) Allah telah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dari mereka, keampunan dan pahala yang besar.
3. Bersikap tegas terhadap kafirin
Syarah
·         Ketegasan mu'min penting bila berhadapan dengan kafir. Mereka adalh musuh yang nyata. Permusuhan yang berlaku hasil dari pertentangan aqidah, pertentangan dien dan pertentangan matlamat. Tugas mu'min adalah berda'wah dan menegakkan al haq sedangkan mereka di sebaliknya.Sikap pendirian teguh mu'min penting ketika berhadapan dengan kafir dan kekufuran. Kiya tidak boleh kompromi dalam perkara dasar islam. Surah Al kafirun menegaskan&ldots; lakum deenukum&ldots;
Dalil
·         5:54; Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa diantara kamu berpaling tadah dari agamanya(jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orangg kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut pada celaan yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia yang diberiaknNya kepada sesiapa yang di kehendakiNya ; karena Allah maha luas limpahan kurniaNya, lagi meliputi pengetahuanNya.
·         48:28-29; (Allah yang menyatakan itu ) Dialah yang telah mengutus RasulNya (Muhammad SAW) dengan membawa hidayah petunjuk dan agama yang benar(agama islam), supaya Dia memenangkan dan meninggikan atas segala bawaan agama yang lain; dan cukuplah Allah menjadi saksi (tentang kebenaran apa yang di bawa RasulNya itu).Nabi Muhammad (SAW) ialah Rasul Allah; dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir yang (memusuhi islam) , dan sebaiknya bersikap berkasih saying serta belas kasihan sesama sendiri (umat islam). Engkau melihat mereka tetap beribadat rukuk dan sujud, dengan mengharapkan limpah kurnia (pahala) dari Tuhan mereka serta mengharapkan keredaanNya. Tanda yang menunjukkan mereka (sebagai orang-orang yang sholeh) terdapat muka mereka -dari kesan sujud (dan ibadat mereka yang ikhlas). Demikian sifat mereka yang tersebut dalam kitab Taurat; dan sifat mereka di dalam kitab injil pula ialah(bahwa mereka diibaratkan) sebagai pokok tanaman yang mengeluarkan anak dan tunasnya, lalu anak dan tunasnya itu menyuburkannya, sehingga ia menjadi kuat,lalu ia tegap berdiri diatas (pangkal) batangnya dengan keadaan yang mengagumkan orang-orang yang menanamnya. (Allah menjadikan Nabi Muhammad, SAWdan pengikut-pengikutnya kembang biak serta kuat gagah sedemikian itu) karena Ia hendak menjadikan orang-orang kafir mereana dengan perasaan marah dan hasad dengki- dengan kembang biaknya umat islam itu. (Dan selain itu) Allah telah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dari mereka, keampunan dan pahala yang besar.
·         66:9; Wahai Nabi ! Berjihadlah(menentang) orang-orang kafir dan orang-orang munafik, serta bertindak keras terhadap mereka . Dan (sebenarnya) tempat mereka adalah neraka jahanam, dan seburuk-buruk tempat kembali.
4. Berjihad di jalan Allah
Syarah
·         Inilah jawaban kepada masalah yang di hadapi umat. Mu'min mestilah di dorong untuk terjun ke meadn buka duduk diam dan berpeluk tubuh. Setelah memahami dan menyakini fikrah islamiah, sewajarnya akhlak mu'min adalah ia perlu bangkit dan menyebar ridsalah. Kiranya ada yang cuba menghalanginya ia tiadk patah semangat dan berputus asa. Jihad adalah jalan keluar. Ia terus menerus bersugguh-sungguh di atas jihad dan pengorbanan. Man mungkin tertegak islam, dan dsampai islam kepada kita tanpa darah dan air mata. Sejarah ummat islam kaya dengan warna darah syuhada' dan Allah SWT sendiri telah memberikan penghargaan yang sangat tinggi kepada syuhada. Jihad dengan segala macam persediaan, strategi dan taktik, mengikut marhalah dan perancangan harakiah kerja-kerja jihad dilaksanakan oleh jundullah.
Dalil
·         5:54; Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa diantara kamu berpaling tadah dari agamanya(jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orangg kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut pada celaan yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia yang diberiaknNya kepada sesiapa yang di kehendakiNya ; karena Allah maha luas limpahan kurniaNya, lagi meliputi pengetahuanNya.
·         9:23-24; Wahai orang-orang yang beriman! janganlah kamu menjadikan bapa-bapa kamu dan saudara-saudara kamu sebagai orang-orang yang di dampingi jika mereka memilih kufur dengan meninggalkan iman; maka merekalah orang-orang yang zalim, katakanlah (Wahai Muhammad); "Jika bapa-bapa kamu, dan kaum keluarga kamu, dan harta benda yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu bimbang akan merosot, dan rumah-rumah tempat tinggal kamu sukai,-(jika semuanya itu) menjadi perkara-perkara yang kamu cintai lebih daripada Allah dan RasulNya dan (daripada) berjihad untuk agamaNya, maka tunggulah sehingga Allah mendatangkan keputusanNya (azab siksaNya); karena Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (durhaka).
·         47:31; Dan demi sesungguhnya! Kami tetap menguji kamu (wahai orang-orang yang mengaku beriman) sehingga ternyata pengetahuan Kami tentang adanya orang-orang yang sabar (dalam menjalankan perintah Kami); dan (sehingga) Kami dapat mengesahkan (benar/atau tidaknya) berita-berita tentang keadaan kamu.
5. Tidak takut celaan orang yang suka mencela
Syarah
·         Manusia memang senang memberi komen. Mereka akan mengatakan sesuatu kepada kita. Tetapi apakah kata-kata manusia semuanya nak di dengar dan diambil kira oleh jundullah??? Kalau nak dengar semua komen tak jadilah kerja kita. Kita melatih terus paara duat untuk terus beramal dan melaksanakan perancangankerja dengan terus-menerus. Tidak harus cepat secara psikologi merasa lemah dengan ghazwu fikri mereka. Kamu tak kan berjaya, kamu buat kacau, kamu menyusahkan emak bapa, kamu tak sesuai,kamu bukan ustaz, kamu tak layak,kamu tak ada tauliyah, kamu student belajar dulu, anak istri nak makan apa kalau macam iini, takkan nak tinggalkan kemajuan, sekarang era IT bukan zaman jahiliyah, kenapa tak rujuk barat saja..,, takkan Qur'an saja, mana dalil yang anta cakap, anatatak jelas lagi fikrah, anta tak asolah,anta tak itu,anata tak ini&ldots; dan macam-macam &ldots;.lagi.
Dalil
·         5:54; Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa diantara kamu berpaling tadah dari agamanya(jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orangg kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut pada celaan yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia yang diberiaknNya kepada sesiapa yang di kehendakiNya ; karena Allah maha luas limpahan kurniaNya, lagi meliputi pengetahuanNya.
·         86:6; Ia di ciptakan dari air(mani) yang memancut (ke dalam rahim)
·         83:35-36; Sambil mereka berehat di atas pelamin-pelamin (yang berhias), sserta melihat (hal yang berlaku kepada musuhnya). (Untuk menambahkan kegembiraan mereka, mereka di Tanya):"Bukankah orang-orang yang kaafir itu telah di balas akan apa yang telah mereka kerjakan dahulu?"
6. Walanya untuk Allah Rasul dan orang yang mukmin
Syarah
·         Semua orang secara sedar atau tidak akan memberi wala' kepada sesuatu. Sebagai jundullah, sasaran wala kita mestilah kepada Allah, Rasulnya dan mu'min. Pertolongan kita juga dari Allah dan Allah beserta para mu'min. Wala yang tak berbelah bagi inilah yang akan menyatukan saf mu'min.
Dalil
·         5:55, 56; Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, dan RasulNya, serta orang-orang yang beriman, yang mendirikan sembahyang, dan menunaikan zakat, sedang mereka rukuk(tunduk menjunjung perintah Allah). Dan sesiapa yang menjadikan Allah dan RasulNya serta orang-orang yang beriman itu penolongnya (maka berjayalah dia) , karaena sesungguhnya golongan (yang berpegang kepada agama) Allah, itulah yang tetap menang.
·         58:22; Engkau tidak akan dapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, tergamak berkasih-mesra dengan orang-orang yang menentang (perintah) Allah dan RasulNya; Sekalipun orang-orang yang menentang mereka itu ialah bapa-bapa mereka, atau anak-anak mereka, atau saudara-saudara mereka, ataupun keluarga mereka. Mereka (yang setia) itu, Allah telah menetapkan iman dalam hati mereka, dan telah menguatkan mereka dengan semangat pertolongan daripadaNya; dan Dia akan memasukkan mereka ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka tetap kekal di dalamnya. Allah reda akan mereka dan mereka reda (serta bersyukur)akan nikmat pemberianNya. Merekalah penyokng-penyokong (agama) Allah. Ketahuilah! Sesungguhnya penyokong-penyokong (agama) Allah itu ialah orang-orang yang berjaya.
Akhlak Harakiyah :
7.Tsabaat
Syarah
·         Menghadapi jihad dan pertembungan sangat memenatkan dan meletihkan. Kalau kereta yang berjalan terus-menerus dan akhirnya akan terpaksa berhenti. Untuk terus tetap bagaimana?. Ini perlu tarbiyah berterusan. Hati-hati (qulub) ini mesti terus di isi dengan keimanan yang kental, fikrah dan tasawwur tetap diperingatkan mengenai kepentingan amal dan jihad. Hubungan teru-menerus dengan Allah SWT adalah senjata paling kuat ketika berhadapan dengan suasana gawat medan jihad dan peperangan. Zikrullah dan merasai pertolongan Allah menjadikan mu'min thabat dan tidak akan berundur menghadapi suasana medan. Bahkan di medan ghazwul fikri ini pun kita kena terus thabat&ldots;
Dalil
·         8:45-47; Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya, dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan). Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak niscaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu, dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari negrinya dengan berlagak sombong dan menunjuk-nunjuk (kekuatan mereka) kepada orang ramai (karena hendak meminta di puji), serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah dan (ingatlah) Allah maha meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka kerjakan.
8. Zikrullah
Syarah
·         Ketenangan hati, mut'mainal qulub adalah satu puncak dari kejaaan mukmin. Dalam ketenangan qulublah maka manusia akan mendapat satu nikmat besar. Orang kalau kaya , rumah besar, sesmua cukup tapi kalau hati tidak tenang&ldots;. Hilang kenikmatannya. Allah mengajar kita bahwa ketenangan itu hanya dating dengan mengingatiNya,Zikrullah. Memang telah ada banyak uraian dan penjelasan mengenai zikrullah dari Al Qur'an dan as sunnah. Solah sendiri merupakan zikrullah yang di fardukan 5 hari sekali. Zikr yang ma'thur dari rasulullah pula menjadi amalan dan benteng mu'min. Zikrullah juga dalam maksud mengingati seluruhnya yang di wahyukan Allah melalui tilawah, tadarus dan tadabbur ayat dan tafakkur alam ciptaan Allah. Ingat Allah, bahkan sebagai ghoyah kita yaitu tepat kembali kita agar menjadi bekal untuk terus berjihad.
Dalil
·         8:45-47
·         13:28; "(yaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tentram hati mereka dengan zikrullah". Ketahuilah dengan "zikrullah" itu, tenang tentramlah hati manusia.
9.Tidak lalai
Syarah
·         Senantiasa bersedia dan bersiap menghadapi segala kemungkinan juga sifat jundullah. Persediaan adalah mengikut keperluan dan berdasarkan waqie. Serangan dating dalam berbagai bentuk maka perlulah bersedia. Menunggu apa saja arahan dari qiadah dan bersedia taat. Kelalaian mungkin menyebabkan musuh msauk melalui pintu yang kita jaga. Dalam madan tullab misalnya, musuh menggunakan media untuk menyerang dengan hebat. Maka kita perlu sedar.
Dalil
·         2:203; Dan sebutlah kamu akan Allah (dengan takbir semasa mengerjakan haji ) dalam beberapa hari yang tertentu dalam bilangannya. Kemudian sesiapa yang segera (meninggalkan mina) pada hari yang kedua, maka ia tidaklah berdosa dan sesiapa yang melambatkan (meninggalkan mina) maka ia juga tidaklah berdosa; (keteiadaan dosa itu ialah) bagi orang yang bertakwa dan hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah dan ketahuilah sesungguhnya kamu akan di himpunkan kepadaNya.
10. Taat kepada Allah
Syarah
·         Dengan amal-amal sholeh yang kita kerjakan akan menutup ruang untuk bermaksiyat kepada Allah. Amal sholeh membersihkan hidup mu'min. Amal taat ini menguatkan iman dan membentuk akhlaq mu'min yang kuat. Bidang alam taat kepadaa Allah adalah seluas islam. Ia memberi ruang dakwah dan ruang berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat. Dalam menunaikan taat, ia melaksanakan amal harakiyah. Mu'min menjadi missal amali bagi apa yang ia da'wahkan. Amal taat inilah buah-buah iman yang benar kepada Allah. Taat kepada Allah SWT adalah taat yang mutlaq&ldots;
Dalil
·         8:45-47; Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya, dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan). Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak niscaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu, dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari negrinya dengan berlagak sombong dan menunjuk-nunjuk (kekuatan mereka) kepada orang ramai (karena hendak meminta di puji), serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah dan (ingatlah) Allah maha meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka kerjakan.
·         4:80; Sesiapa yang taat kepada Rasulullah, maka sesungguhnya ia telah taat kepada Allah; dan sesiapa yang berpaling ingkar, maka( janganlah engkau berduka cita wahai Muhammad), karena Kami tidak mengtusmu untuk menjadi pengawal (yang memelihara mereka dari melakukan kesalahan).
11. Tidak bermaksiat
Syarah
·         Ma'siyat banyak merusakkan kehidupan manusia. Ia membawa manusia semakin jauh dari hidayah Allah, dan jauh dari kebenarn. Ia menjadi penghalang dari para malaikat dan pertolngan dari Allah. Maksiyat menghitamkan hati dan memberikan gambaran yang negatif terhadap para duat. Hendaklah di tarbiyah dengan berterusan agar jahiliyah ini dapat di kikis sepenuhnya dari hati kita. Dalam sirah pernah Rasulullah SAW menegur Abu Zar yang mengatakan kepada Bilal satu ungkapan dari Jahiliyah.
Dalil
·         53:26; (Golongan yang musyrik mengharapkan pertolongan benda-benda yang mereka sembah itu) padahal berapa baynak malaikat dilangit, syafaat mereka tidak dapat mendatangkan sebarang faedah, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi sesiapa yang di kehendakiNya dan di rhedhaiNya.
12. Tidak saling berbantah-bantahan
Syarah
·         Perbedaan pendapat dan pandangan manusia memang biasa. Bahkan sahabat yang besar seperti Abu Bake dan Umar pun berbeda pendapat. Tetapi yang salah ialah berlebih-lebih dalam mempertahankan pendapat. Ia merasai pandangannya lah yang paling benar.. orang lain semua salah. Sehingga akhirnya timbullah perasaan tidak puas hati dan di lahirkan dalam manifestasi berbantah-bantahan. Ini akan membawa per selisihan hati yang membawa kepada berpecah-belah dan hilanglah wehdah, .. kesatuan. Oleh itu mentarbiyah jundullah untuk tidak berselisih, bersyra dan kemudian taat kepada keputusan.
Dalil
·         8:45-47;
·         6:153; Dan bahwa sesungguhnya inila jalan Ku (agama islam) yang betul lurus, maka hendaklah kamu menurutnya; dan janganlah kamu menurut jalan-jalan (yang lain dari islam), karena jalan-jalan (yang lain itu) mencerai-beraikan kamu dari jalan Allah, Dengan yang demikian itulah Allah perintahkan kepada kamu, supaya kamu bertaqwa.
·         30:31-32; Hendaklah kamu (wahai Muhammad dan pengikut-pengikutmu) senantiasa rujuk kembali kepada Allah (dengan mengerjakan amal-amal bakti) serta bertaqwalah kamu kepadaNya; dan kerjakanlah sembahyang dengan betul sempurna; dan janganlah kamu menjadi dari manaa-mana golongan orang musrik-yaitu orang-orang yang menjadikan fahaman agama mereka berselisihan mengikut kecenderungan masing-masing serta mereka pula menjadi berpuak-puak; tiap-tiap puak bergembira dengan apa yang ada padanya (dari fahaman dan amalan yang terpesong itu).
13.Bersatu
Syarah
·         Tanpa wehdah, kekuatan kita hilang dan musuh senang untuk mengalahkan kita. Habislah kita. Kesatuan jundullah beasaskan suatu sang kukuh iaitu Allah yang satu, kitab yang satu dan dien yang satu. Kesatuan berdasrkan iman dan ukhuwah. Semua mempunyai ghoyahyang satu, bagaimana kita boleh berpecah kembali. Kesatuan mesti terus menerus di jaga dan dipelihara terutama ketika kita diserang musuh.
Dalil
·         3:103; dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah(agama islam), dan janganlah kamu bercerai-berai; dan kenanglah nikmat Allah kepada kamu ketika kamu bermusuh-musuhan(semasa jahiliyah dahulu), lalu Allah menyatukan diantara hati kamu ( sehingga kamu bersatu-padu dengan nikmat islam), maka menjadilah kamu dengan nikmat Allah itu orang-orang islam yang bersaudara. Dan kamu dahulu telah berada ditepi jurang neraka (di sebabkan nikmat islam juga). Demikianlah Allah menjelaskan kepada kamu ayat-ayat keteranganNya, supaya kamu mendapat petunjuk hidayahNya.
14. Sabar
Syarah
·         Akhlak yang perlu juga di sediakan bagi jundullah yang menyertai hizbulah adalah sabar. Akhlak ini merupakan benteng dan sekaligus senjata bagi kita yang berdakwah. Dengan kesabaran semua permasalahan dan ujian yang ada di hadapan serta segala cabaran dakwah dan kehidupan dapat dihadapi dan di atasi dengan baik. Suasana jiwa yang di warnai oleh sabar ini dapat menentramkan jiwa dan mendamaikan hati. Suasana yang selalu menyertai segala tentangan dan tantangan dakwah. Kesabaran akan membawa kita kepada kejayaan. Banyak perintah yang Allah sebutkan agar kita saling menasehati dengan kesabaran setelah kita menasehati al haq kepada orang lain, juga hadits yang menyuruh kita bersabar sehingga dengan sabar ini kita mendapatkan kemenangan dan kebahagiaan. Musibah yang akan menimpa kita pun perlu di hadapi dengan sabar, seperti musibah kelaparan, kematian,kemiskinan dan sebagainya. Kesabaran di alam dakwah merupakan akhlak penting yang perlu di sediakan pada diri kita dalam menghadapi cemooh,fitnah dan hasutan.
Dalil
·         98:45-47; Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan yang hati mereka (sangat) ragu-ragu.Oleh karena itu mereka senantiasa bingung dan teragak-agak dalam keraguannya. Dan kalaulah mereka mau keluar (untuk trut berperang0, tentulah mereka menyediakan persiapan untuknya; tetapi Allah tidak suka pemergian bersama orang-orang yang tinggal". Kalaulah mereka keluar bersama kamu ,(dengan tujuan)hendak menimbulkan fitnah (kekacauan) dalam kalangan kamu; ssedang diantara kamu ada orang yang suka mendengar hasutan mereka. Dan (ingatlah) Allah maha itu maha mengetahui orang-orang yang zalim.
·         3:146; Dan berapa banyak Nabi-nabi (dahulu) dengan berperang di sertai oleh ramai orang-orang yang taat kepada Allah, maka mereka tidak merasa lemah semangat akan apa yang telah menimpa mereka pada jalan (agama) Allah dan mereka juga tidak lemah tenga dan tidak pula mahu tunduk (kepada musuh). Dan (ingatlah), Allah senantiasa mengasihi orang-orang yang sabar.
15.Tidak berkeluh kesah,tidak sombong
Syarah
·         Orang yang beriman dan berdakwah tidak ada dalam dirinya kamus berkeluh kesah. Mereka tidak ada masa untuk berkeluh kesah, masanya suntuk menghadaapi dakwah dan menjalankan aktiviti-aktiviti berdakwah. Akhlak yang juga perlu di lengkapi ini merupakan bahagian bagaimana kita dapat memotivasi diri. Dengan keluh kesah maka kita menjadikan diri sendiri tidak bermotivasi, kurang semangat dan tidak mempunyai harapan. Keadaan yang demikian biasanya, di ciptakan leh diri individu itu sendiri.Akhlak tidak sombong juga perlu menghiasi para jundullah dan Da'I Allah. Dengan akhlak ini, ia mudah menerima pandangan dan perbaikan diri dan dakwah untuk menyongsong kejayaan di masa depan. Tidak sombong juga merupakan akhlak para ibadurrahman. Motivasi untuk meningkatkan gerak langkah menuju kecita-cita. Manakala tidak sombong akan menjadikan kita mudah diterima mad'u, disenangi oleh orang dan juga mudah untuk melaksanakan kebaikan yang di nasehatkan kepadanya.
Dalil
·         8:45-47; Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya, dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan). Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak niscaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu, dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari negrinya dengan berlagak sombong dan menunjuk-nunjuk (kekuatan mereka) kepada orang ramai (karena hendak meminta di puji), serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah dan (ingatlah) Allah maha meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka kerjakan.
16.Tawadhu
Syarah
·         Akhlak tawadhu ini hampir sama ruhnya dengan tidak sombong. Mukmin senantiasa berjalan dengan tawadhu, ia tidak sombong dan senantiasa merendahkan hati dari hadapan orang lain. Ia bukan rendah diri karena rendah diri bukan merupakan akhlak islam walaupun ini banyak berlaku di kalangan islam sebagai hasil dari penjajahan. Rendah hati itu berkata tidak tinggi, tidak membanggakan diri dan juga tidak merendahkan orang lain. Bahkan Allah SWT menyuruh kita untuk merendahkan diri kepada pengikutnya dan tentunya juga kepada manusia secara umumnya.
Dalil
·         26:215; Dan hendaklah engkau merendah diri kepada pengikut-pengikutmu dari orang-orang yang beriman.
17.Tidak Riya
Syarah
·         Riya adalah penyakit ahati yang tersembunyi yang sangat berbahaya. Dengan riya ini kekuatan menjadi berkurang dan Allah melepaskan diri dari kita, karena perbuatan maksiat (ria) tersebut. Contoh di dalam Al Qur'an menceritakan kegagalan dari mereka yang riya karena mereka sombong, menunjuk-nunjuk kehebatannya di depan orang ramai&ldots;. Perbuatan yang diiringi dengan riya menjadikan amalan tersebut tidak di nilai oleh Allah SWT. Riya ini sukar dikenal pasti karena berhampiran dengan ikhlas, perbedaan diantara keduanya sangatlah tipis. Susahnya memisahkan daan terkadang muncul silap niat pada diri kita di dalaam melaksanakan aktiviti ini perlu mengiringi aktiviti ini dengan memperbanyak istigfar. Dengan tidak riya maka jundullah akan selalu di dukung oleh Allah SWT.
Dalil
·         8:45-47; Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya, dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan). Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak niscaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu, dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari negrinya dengan berlagak sombong dan menunjuk-nunjuk (kekuatan mereka) kepada orang ramai (karena hendak meminta di puji), serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah dan (ingatlah) Allah maha meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka kerjakan.
·         41:35-36; Dan sifat terpuji ini tidak dapat di terima dan diamalkan melainkan oleh orang-orang yang bersifat sabar, dan juga tidak dapat diterima dan diamalkan oleh orang-orang yang bersikap sabar, dan tidak juga dapat di terima dan diamalkan melainkan oleh orang yang mempunyai bahagian yang besar dari kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan jika engkau di hasut oleh sesuatu hasutan dari syaithon, maka hendaklah engkau meminta perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia lah yang maha mendengar , lagi maha mengtahui. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah malam dan siang, serta matahari dan bulan. Janganlah kamu sujud kepada matahari dan janganlah pula sujud kepada bulan, dan sebaliknya hendaklah kamu sujud kepada Allah yang menciptakannya, kalau betulah kamu beribadat kepada Allah.
18.Ikhlas
Syarah
·         Ikhlas lawan dari riya, Allah SWT menyuruh kita untuk beribadah secara ikhlas yaitu beribadah karena Allah saja. Aktiviti di dalam islam mesti di dasari dengan niat ikhlas. Ikhlas dapat memberikan sokongan yang kuat kepada amal yang dilaksankan karena Allah lindungi dan membantu kita. Dengan ikhlas maka Da'I akan siap menerima semua cabaran yang mungkin di temuinya, samada dari luar ataupun dari dalam. Ikhlas pun dapat menyediakan diri kita menerima segala bentuk keputusan yang akan di diterima kita samada kejayaan atau kegagalan. Ikhlas pula akan mudah terbukanya hidayah bagi yang membawa dakwah atau yang menerima dakwah itu sendiri. Ikhlas pula akan mudah terbukanya hidayah bagi yang membawa dakwah atau yang menerima dakwah itu sendiri. Ikhlas juga mensucikan diri dan juga dengan membuka diri serta menjadikan tujuan kepada Allah sahaja, akan menjadikan dakwah berjaya.
Dalil
·         39:11; Katakanlah lagi (Wahai Muhammad): " Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan segala ibadat kepadaNya;
·         39:14; Katakanlah lagi : " Allah jualah yang aku sembah dengan mengikhlaskan amalan agamaku kepadaNya.
19.Tidak menghalangi dari jalan Allah
Syarah
·         Peribadi jundullah yang memiliki akhlak asasiyah dan akhlak harakiyah ini juga mempunyai akhlak yang tidak menghalangi dari jalan Allah. Mereka senantiasa taat dan tidak berbantah-bantahan. Mereka jundullah menjadikan zikir dan kesabaran sebagai benteng yang kuat. Akhlak demikian tentunya tidak akan menghalangi dari jalan Allah.
Dalil
·         8:45-47; Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya, dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan). Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak niscaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu, dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari negrinya dengan berlagak sombong dan menunjuk-nunjuk (kekuatan mereka) kepada orang ramai (karena hendak meminta di puji), serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah dan (ingatlah) Allah maha meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka kerjakan.
Ringkasan Dalil
·         Akhlak asasiyah : mencintai Allah (5:54; 2:165; 8:2); bersikap lemah lembut kepada mukminin(5:54; 48:29), bersikap tegas terhadap kafirin (5:54; 48:28-29),66:9), berjihad dijalan Allah(5:54; 9:23-24; 47:31;), tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela (5:54; 86:6; 83:35-37); walanya untuk Allah Rasul dan orang mukmin (5:55, 56; 58:22)
·         Akhlak harakiyah: tsabaat, tidak ragu-ragu (8:45-47), Zikrullah(8:45-47; 13:28); tidak lalai(2:203); taat kepada Allah dan RasulNya (8:45-47; 4:80), tidak bermaksiyat (53:26), tidak saling berbantah-bantahan(8:45-47; 6:153; 30:31-32), bersatu (3:103), sabar (98:45-47, 3:146), tidak berkeluh kesah, tidak sombong (8:45-47), tawadhu(26:215), tidak riya(8:45-47; 41:35-36); Ikhlas (39:11,14), tidak menghalangi dari jalan Allah (8:45-47), membantu jalan Allah.

Posting Komentar