Rabu, 08 Agustus 2012

Furqon


Furqon

Sinopsis
Sikap furqon atau pembeda (antara yang haq dengan yang batil) di wakili oleh Allah sebagai haq dan taghut sebagai wakil kebatilan. Pemimpin al haq adalah Allah (yang benar), Allah SWT sebagai al haq akan membawa kepada cahaya yang memberikan bimbingan kepada manusia dengan mendatang kan islam sebagai dien sehingga selesailah segala permasalahan yang ada, kemudian di bawanya mereka di dalam syurga. Manakala pemimpin kebatilan adalah taghut. Taghut sebagai wakil dan pembawa kebatilan selalu berada di dalam kegelapan.Warna gelap yang mewarnai kebatilan akan membawa kejahiliyaan yang merupakan sumber masalah ummat dan perintis munculnya masalah. Keadaan ini akan membawa manusia sampai ke neraka.
Sikap furqon yang harus kita pegang dalam menghadapi pertembungan ini adalah membedakan secara benar mana yang haq dan yang batil kemudian berpegangan secara teguh kepada tali Allah yang sangat kukuh/urwatu wutsqo Prinsip yang perlu dipenuhi di dalam menjalankan urwatul wutsqo adalah aktiviti dan sikap yang berdasarkan lillah(karena Allah), ma'allah(beserta Allah), ilalah(menuju ridho Allah)
Hasiyah
1.Furqon
Syarah
·         Furqon adalah pembeda haq dan batil. Al qur'an sendiri berperanan sebagai furqon karena salah satu nama Al Qur'an adalah furqon. Al Qur'an sebagai al haq berarti lanngsung memberikan pemahaman bahwa di luar atau yang bertentangan dengan nilai-nilai Al Qur'an adalah kebatilan yang perlu di ingkari dan di tolah. Al Qur'an sebagai furqon karena di dalamnya terdapat petunjuk-petunjuk yang membawa manusia ke jalan yang benar dan membedakan nya dengan kebatilan. Orang yang mengamalkan furqon biasanya adlah orang yang bertakwa kepada Allah SWT akan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan, serta mengampunkan (dosa-dosa) kita.
·         Furqon sebagai pembeda haq dan batil ini merupakan pertarungan dia antara Allah dengan taghut yang secara implikasinya berlaku diantara orang beriman dengan orang kafir.
Dalil
·         25:1; Maha berkat Tuhan yang menurunkan Al-Furqon kepada hambaNya (Muhammad), untuk menjadi peringatan dan amaran bagi seluruh penduduk alam.
·         2:185; (Masa yang di wajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan ramadhan yang padanya di turunkan Al Qur'an, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia , dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbedaan antara yang benar dan yang salah. Oleh itu, sesiapa dari antara kamu yang menyaksikan anak bulan ramadhan (atau mengetahuinya), maka hendaklah ia berpuasa bulan itu ; dan sesiapa yang sakit atau dalam musafir maka (bolehlah ia berbuka , kemudian wajiblah ia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu sebanyak hari-hari yang lain. (Dengan ketetapan yang demikian itu) Allah menghendaki kamu beroleh kemudahan, dan ia tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran. Dan supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan ramadhan), dan supaya kamu membesarkan Allah karena mendapat petunjukNya, dan supaya kamu bersyukur.
·         8:29; Wahai orang-orang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya ia mengadakan bagi kamu (petunjuk) yang membedakan antara yang benar dengan yang salah, dan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu, serta mengampunkan (dosa-dosa) kamu. Dan Allah (sememangnya) mempunyai limpah kurnia yang besar.
2. Allah sebagai pembawa al Haq
Syarah
Allah SWT sebagai haq karena dialah yang menciptakan manusia dan alam. Dia wajar mengetahui akan ciptaanNya sehingga ilmu yang dimilikiNya merupakan bukti kebenaran yang di bawaNya.
Dengan kebenaran maka wujudlah cahaya yang menyinari kegelapan dan mendapatkan penjelasan bagaimana semestinya kita hidup dan berjalan dengan baik dalam mencapai kejayaan. Muhammad SAW dan kitab yang diturunkan Allah SWT sebagai cara untuk lebih menjelaskan haq yang sebenarnya.
Islam sebagai pembimbing, karena cahaya yang di bawanya. Oleh itu dilarang mencampur cahaya dan kegelapan. Dilarang kita mencampur adukkan haq ini dengan kebatilan. Haq tetaplah haq dan laksanakan haq semampunya sedangkan batil adalah tetap batil yang merupakan kesesatan. Mencampuradukkan berarti kita tidak furqon tetapi larut dalam situasi.
Islam yang berisikan kebenaran akan menjadi penyelesai masalah ummat Sehingga ummat lepas dari penjara dunia untuk mengajak menusia kejalan yang benar sehingga di bawanya manusia ke akhirat masuk syurga.
Dalil
·         2:256; Tidak ada paksaan dalam agama (islam) dari kesesatan (kufur). Oleh itu, sesiapa yang tidak percayakan taghut, dan ia pula beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali agama) yang teguh yang tidak akan putus. Dan (ingatlah), Allah maha mendengar , lagi maha mengetahui.
·         2:257; Allah pelindung (yang mengawal dan menolong) orang-orang yang beriman. Ia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kufur) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang kafir penolong-penolong mereka adalah taghut yang mengeluarkan mereka dari cahaya (iman) kepada kegelapan (kufur). Mereka itulah ahli neraka mereka kekal di dalamnya.
·         18:1; Segala terpuji tertentu bagi Allah yang telah menurunkan kepada hambaNya (Muhammad), kitab suci Al Qur'an, dan tidak menjadikan padanya sesuatu yang bengkok (terpesong)
·         2:42; Dan janganlah kamu campur adukkan yang benar itu dengan yang salah,dan kamu sembunyikan yang benar itu pula padahal kamu semua mengetahuinya.
3. Taghut sebagai pembawa kebatilan
Syarah
·         Dilain pihak pula taghut sebagai wakil dari kebatilan senantiasa mengeluarkan kegelapan yang menjadikan pengikutnya tidak tahu kemana akan pergi dan kemana kesudahannya. Keadaan kegelapan ini mungkin menjadikan muslim tersesat di dalam kejahiliyahan atau kebodohan yang didalamnya berpuncak segala kebodohan ummat.
·         Jahiliyah dengan kehidupan merupakan contoh nyata amalan yang bukan Islam, dimana mereka tidak mempunyai pegangan dan tidak jelas akan kemana sehingga perjalanan di dalam gelap boleh menyesatkannya.
·         Jahiliyah dengan keadaan yang demikian maka wajar dari dalamnya muncul permasalahan yang akan menghancurkan ummat Islam dan dunia seisinya.
·         Akhirnya mereka akan di bawa ke neraka.
Dalil
·         2:256; Tidak ada paksaan dalam agama (Islam), karena sesungguhnya telah nyata kebenaran (Islam) dari kesesatan (kufur). Oleh itu, sesiapa yang tidak percayakan taghut, dan ia pula beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali agama) yang teguh yang tidak akan putus. Dan (ingatlah), Allah maha mendengar, lagi maha mengetahui.
·         18:56; Dan tidak Kami mengutus Rasul-rasul, melainkan sebagai pemberi kabar gembira dan sebagai pemberi amaran; dan orang-orang kafir membantah dengan alasan yang salah untuk menghapuskan kebenaran dengan bantahan itu; dan mereka jadikan ayat-ayatku, dan amaran yang di berikan kepada mereaka sebagai ejekan-ejekan.
·         31:20; Dan tidak kami mengutus Rasul-rasul, melainkan sebagai pemberi berita gembira dan pemberi amaran; dan orang-orang kafir membantah dengan alasan yang salah untuk menghapuskan kebenaran dengan bantahan itu; dan mereka jadikan ayat-ayatKu, dan amaran yang diberikan kepada mereka sebagai ejekan-ejekan.
·         2:257; Allah pelindung (yang mengawal dan yang menolong) orang-orang yang beriman. Ia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kufur) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang kafir, penolong -penolong mereka ialah taghut yang mengeluarkan mereka dari cahaya (iman) kepada kegelapan (kufur). Mereka itulah ahli neraka, mereka kekal di dalamnya.
4. Urwatul Wutsqo
Syarah
·         Sikap kita menghadapi keadaan pertembungan haq dengan batil adalah mesti membuat hubungan yang kuat pada tali yang kuat dan kukuh (urwatul wutsqo). Pegangan ini berdasarkan pada kejelasannya terhadap al haq dan al batil. Tanpa mengtahui haq bagaimana pula individu akan berpegang dan kepada siapa pula mesti berpegang. Selain itu di ketahui mesti bagaimana kita mengenal jahiliyah sehingga kita perlu berjaga-jaga terhadap kebatilan. Kebatilan ini akan membawa kesesatan urwatu wutsqo dapat di jalankan dengan cara beriman kepada Allah dan mengingkari taghut . Iman Allah dan engkar taghut mesti di tanamkan di dalam hati agar kita berdiri dan berjalan dengan stabil tanpa goncangan.
Dalil
·         2:256; Tiadak ada paksaan dalam agama (islam), karena sesungguhnya telah nyata kebenaran (islam) dari kesesatan (kufur), Oleh itu sesiapa tidak percayakan taghut, dan ia pula beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali agama) yang teguh yang tidak akan putus. Dan (ingatlah), Allah maha mendengar , lagi maha mengetahui.
5. Prinsip urwatul wutsqo
Syarah
·         Melaksanakan urwatu wutsqo ini, kita perlu mempunyai prinsip pelaksanaaannya. Diantara prinsip ini adalah kita menjadikan aktiviti ini berdasarkan Allah dan pelaksanaannya kepada Allah. Lil islam berarti kita mendasari aktiviti dengan ikhlas. Cara bersama Allah berarti kita menjadikan hidup dan mati untuk Allah dan islam. Sedangkan tujuan kepada Allah (ilallah) adalah mencari keredhaanNya.
Dalil
·         98:5; Padahal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyambah Allah dengan mengikhlashkan ibadat kepadaNya, lagi tetap teguh diatas tauhid; dan supaya mereka mendirikan sembahyang serta memberi zakat. Dan yang demikian itulah agama yang benar.
·         6:162; Katakanlah: "Sesungguhnya sembahyangku dan ibadahku, hidupku dan matiku , hanyalah untuk Allah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam.
·         16:128; Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa, dan orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya.
·         2:207; Dan diantara manusia ada yang mengorbankan dirinya karena mencari keredhaan Allah semata-mata; dan Allah pula amat belas kasihan akan hamba-hambanya.
Ringkasan Dalil
·         Furqon: pembeda ( antara yang haq dengan yang bathil) (25:1; 2:185; 8:29) 1. Pemimpinnya Allah (2:257)-al haq/yang benar (18:1; 2:42;), membawa kepada cahaya(2:257), kebenaran (2:256), al islam, penyelesaian masalah sampai dengan ke syurga. 2. Pemimpinnya taghut(2:256), al bathil(18:56; 31:20), membawa kepada kegelapan (2:257) sampai ke neraka, kesalahan, system jahiliyah, sumber segala permasalahan, neraka.
·         Untuk furqon harus berpegang teguh kepada tali Allah yang sangat kukuh/urwatu wutsqo (2:256) prinsipnya : lillah/karena Allah (98:5; 6:162), ma'allah (beserta Allah) (16:128), ilallah. Menuju redha Allah (2:207).

Poskan Komentar